Cara Tepat Menghadapi Suami Pemarah

Wednesday, June 5th 2013. | Keluarga
Advertisement

Hal yang wajar bila dalam rumah tangga muncul perselisihan kecil antara suami dan istri. Namun bila perselisihan menunjukkan intensitas yang terlalu sering, hal tersebut patut diwaspadai. Bermula dari beda pendapat, bisa membesar menjadi pertengkaran hebat dan bukan tidak mungkin berujung pada perceraian. Sebagai seorang istri yang baik, tentu Anda tidak ingin hal tersebut terjadi pada rumah tangga Anda. Jika suami Anda seorang pria yang memiliki sifat keras dan cenderung pemarah, maka sebaiknya Anda terapkan cara tepat menghadapi suami pemarah berikut ini.

Menghadapi Suami Pemarah

Menghadapi Suami Pemarah

Menjalin Komunikasi
Salah satu penyebab suami menjadi sensitif dan mudah marah adalah kurangnya jalinan komunikasi dengan Anda. Kondisi ini menyebabkan sering terjadinya salah paham kemudian menyulut pertengkaran. Untuk itu perbanyak komunikasi dengan suami Anda supaya tidak terjadi miskomunikasi dalam mencari solusi permasalahan yang tengah dihadapi.

Jangan Balik Marah
Jika tiba-tiba suami marah-marah bukan berarti Anda harus ikut jadi pemarah. Sebaliknya justru Anda harus mengalah dan menunggu hingga kemarahannya mereda. Setelah suasana sedikit cair, ajak pasangan Anda bicara baik-baik, tanyakan pada suami Anda apa yang menyebabkan dia marah untuk kemudian menyelesaikan permasalahan bersama-sama.

Memahami Perasaan Suami
Umumnya seorang suami menjadi pemarah karena tengah menghadapi persoalan yang berat. Cobalah memahami perasaan pasangan dan menawarkan diri membantu memecahkan masalah yang dihadapinya.

Menciptakan Suasana Nyaman
Pemarah mungkin saja sudah menjadi sifat suami Anda dari kecil. Hal tersebut bisa saja disebabkan faktor lingkungan atau cara asuh keluarga suami Anda semasa kecil. Cara tepat untuk mengatasi sifat-sifat suami seperti ini dengan cara menciptakan suasana yang menyenangkan agar suami merasa nyaman di rumah. Dengan begitu suami tidak mudah terbawa oleh sifat temperamental. Cobalah mencari tahu hal-hal yang membuat suami merasa bahagia sekaligus menghindari hal-hal yang bisa membuatnya marah.

Diam
Diam adalah opsi terbaik yang bisa Anda lakukan bila emosi suami sedang labil. Anda tidak perlu memperdebatkan kemarahannya karena akan membuat suami Anda semakin emosi karena merasa dilawan.

Mengingatkan Suami
Jangan pernah bosan mengingatkan suami agar tetap bersabar dalam menghadapi persoalan apapun. Ingatkan juga, marah-marah bukan solusi tepat untuk menyelesaikan masalah.

Ambil Sisi Positifnya
Sebenarnya ada hal positif yang patut Anda syukuri jika memiliki suami pemarah. Biasanya sifat pemarah tersebut merupakan bentuk keterusterangan yang membuatnya berkata jujur tentang apa yang disukai atau yang tidak ia sukai. Meskipun begitu, mungkin Anda  kurang begitu suka dengan caranya yang cenderung frontal dalam memvisualisasikan apa yang diinginkannya. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengganggap kemarahan suami sebagai kritikan bagi Anda. Jangan malah ikut terbawa emosi karena apapun yang Anda katakan, tidak akan membuatnya merasa bersalah atau merubah pendapatnya.

Photo by Nuwansa.com

Model : Putri & Budi

Bagikan ke Teman !
tags: ,